Jakarta.newsz.id

Berita Terkini Jakarta Dan Sekitarnya

Advertisement

Viral paket MBG dinilai terlalu murah, SPPG Bengkulu Tengah akhirnya buka suara soal pembagian dana

Protes Wali Murid Terhadap Paket MBG di Bengkulu Tengah

Beberapa wali murid di Kabupaten Bengkulu Tengah mengeluhkan paket kering yang diberikan dalam Program Makan Bergizi (MBG) selama bulan Ramadan. Mereka merasa bahwa isi dari paket tersebut terkesan sederhana dan tidak sebanding dengan anggaran yang disebut mencapai Rp 15 ribu per porsi. Keluhan ini ramai dibicarakan di media sosial dan grup percakapan orang tua murid.

Dalam skema anggaran MBG, biaya tidak hanya dialokasikan untuk bahan makanan, tetapi juga mencakup biaya operasional seperti sewa tempat dan fasilitas, listrik, transportasi, hingga upah relawan. Hal ini menunjukkan bahwa anggaran yang digunakan lebih luas daripada sekadar untuk bahan baku makanan saja.

Koordinator Wilayah SPPG Bengkulu Tengah, Roni Vidiansyah, memberikan penjelasan mengenai hal ini. Ia menegaskan bahwa pentingnya meluruskan informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Menurutnya, anggapan bahwa pagu anggaran MBG sebesar Rp 15 ribu sepenuhnya digunakan untuk bahan baku makanan adalah salah. Angka tersebut telah mencakup beberapa komponen pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Roni menjelaskan bahwa dalam skema anggaran MBG, biaya tidak hanya dialokasikan untuk bahan makanan, tetapi juga mencakup biaya operasional seperti sewa tempat dan fasilitas, listrik, transportasi, hingga upah relawan. Untuk rincian pembagian anggaran secara detail, pihaknya akan membagikan postingan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) agar informasi yang diterima masyarakat lebih jelas dan tidak menimbulkan persepsi keliru.

Berdasarkan rincian resmi yang dipublikasikan Badan Gizi Nasional (BGN), pembagian anggaran untuk porsi besar sebesar Rp 15 ribu per porsi terdiri dari:
* Rp 2.000 untuk biaya sewa tempat dan fasilitas

Rp 3.000 untuk biaya operasional, seperti upah relawan, listrik, dan transportasi

Rp 10.000 untuk bahan baku makanan

Sementara untuk porsi kecil, total anggaran Rp 13 ribu per porsi dengan rincian:
* Rp 2.000 untuk biaya sewa tempat dan fasilitas

Rp 3.000 untuk biaya operasional

Rp 8.000 untuk bahan baku makanan

Selain soal anggaran, Roni juga menjelaskan alasan menu MBG selama Ramadan disajikan dalam bentuk paket kering. Menurutnya, kebijakan tersebut telah disesuaikan dengan kondisi bulan puasa serta tetap mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang telah ditetapkan. Ia menekankan bahwa kebijakan ini tidak hanya mengedepankan kebutuhan gizi siswa, tetapi juga memperhatikan kondisi ekonomi dan keuangan yang ada.

Saat ini transparansi anggaran juga telah diterapkan. Masyarakat dapat mengakses informasi terkait AKG dan rincian anggaran melalui media sosial masing-masing SPPG yang dipublikasikan secara terbuka. Dengan demikian, masyarakat dapat memantau informasi mengenai MBG melalui akun media sosial masing-masing SPPG yang ada di daerahnya.

Pihak SPPG berharap penjelasan tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih utuh kepada wali murid dan masyarakat, sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi di Bengkulu Tengah tetap berjalan kondusif selama Ramadan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *