Jakarta.newsz.id

Berita Terkini Jakarta Dan Sekitarnya

Advertisement

Pengemudi ojol menolak siswi SMP karena ‘ukuran besar’, netizen geram!

Kecaman Netizen terhadap Aksi Driver Ojol yang Menolak Penumpang Siswi SMP

Baru-baru ini, jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah kejadian yang melibatkan seorang pengemudi ojek online (ojol) yang menolak penumpang berupa seorang siswi SMP. Kejadian ini menjadi sorotan utama setelah video yang memperlihatkan aksi tersebut viral di berbagai platform media sosial.

Dalam video yang beredar, driver tersebut secara terbuka meminta penumpangnya untuk membatalkan pesanan karena kondisi fisik sang siswi. Ia mengatakan, “Kak, mohon maaf ya kak. Motor saya kecil, order yang motor besar aja ya kak. Ini saya cancel ya, maaf,” sambil tertawa. Perilaku ini langsung mendapat respons negatif dari netizen yang merasa bahwa tindakan tersebut tidak pantas dan tidak sopan.

Klarifikasi dari Driver

Setelah mendapat kritikan pedas dari masyarakat, pria berkacamata tersebut akhirnya memberikan klarifikasi. Dalam sebuah video, ia menjelaskan alasan teknis di balik keputusannya sering menolak penumpang dengan berat badan yang lebih besar. Ia menyatakan bahwa kondisi motornya menjadi faktor utama. “Motor gue itu shock (shockbreaker)-nya pernah gue ganti gara-gara keseringan bawa penumpang yang big size,” ujarnya.

Selain alasan teknis, driver ini juga memberikan dalih lain, yaitu bahwa kontennya bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang layanan khusus dari aplikator Grab. Menurutnya, Grab telah menyediakan layanan Grab Bike XL yang ditujukan untuk motor dengan kapasitas lebih besar guna menjamin kenyamanan bersama.

“Itu untuk penumpang yang big size, supaya driver nyaman, penumpang nyaman, keselamatan pun nyaman,” tambahnya.

Driver ini membantah tuduhan netizen yang menyebutnya melakukan body shaming atau bullying. Meskipun demikian, ia menyadari kegaduhan yang ditimbulkan dan memilih untuk menghapus konten tersebut.

“Sekali lagi mohon maaf buat netizen-netizen yang budiman, mohon dimaafkan,” tutupnya.

Netizen Tetap Geram

Meski sudah meminta maaf, gelombang kritik dari netizen belum mereda. Banyak yang menilai tindakan mengunggah wajah penumpang ke media sosial adalah hal yang tidak etis, terlepas dari alasan edukasi yang disampaikan.

Akun @enak.beud berkomentar pedas mengenai cara driver tersebut menyampaikan pesannya. “Cancel nya sih gpp klo memang sudah peraturannya begitu atau memang ente pribadi ga mau angkut, tp kenapa harus videonya ente upload ke sosmed? Dan gw yakin bukan untuk edukasi sih, klo edukasi ente cukup bikin video diri sendiri ngomong didepan kamera,” tulisnya.

Sentimen serupa juga datang dari netizen lain yang menyoroti sisi empati sang driver.

“SEKARANG KALO ADA PENUMPANG YANG BILANG ‘BANG MAAF CANCEL, MOTOR LU JELEK’ (dengan nada tinggi di tmpt umum)… Gimana perasaan lu ?,” tulis @real_zal95.

“Bayangin aja itu anak lo terus di gituin sama orang lain gimana rasa nya?,” tambah akun @ibaaaaaay19 dengan nada kecewa.

Tindakan yang Harus Diambil

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya empati dan kesopanan dalam melayani pelanggan. Meskipun ada alasan teknis atau edukasi, tindakan yang dilakukan driver tersebut dinilai tidak sesuai dengan prinsip dasar layanan publik. Netizen menuntut agar pengemudi ojol lebih bijaksana dalam menghadapi situasi seperti ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *