Latar Belakang dan Peran Juan Carlos Valencia González
Juan Carlos Valencia González, yang dikenal dengan nama panggilan El Pelón, kini menjadi figur sentral dalam perjalanan masa depan Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) setelah tewasnya Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias El Mencho. El Pelón lahir pada 12 September 1984 di Santa Ana, California, Amerika Serikat. Ia memiliki kewarganegaraan ganda, yaitu Amerika Serikat dan Meksiko. Selain itu, ia juga merupakan anak tiri dari El Mencho.
Sebagai pendiri dan pemimpin sayap bersenjata utama CJNG, Grupo Élite, El Pelón telah terlibat dalam berbagai operasi narkotika besar di Meksiko serta distribusi internasional. Ia dikenal dengan beberapa julukan seperti “Tricky Tres”, “El JP”, dan “O3”.
Kepemimpinan El Pelón dianggap sebagai langkah penting dalam mempertahankan kekuasaan CJNG. Dengan pengalaman dan jaringan kuat, ia dianggap sebagai kandidat utama untuk menggantikan posisi El Mencho. Namun, analis keamanan AS David Saucedo menyatakan bahwa El Pelón masih kurang memiliki pengaruh yang cukup untuk mengambil alih kepemimpinan sepenuhnya dari komandan-komandan kartel lainnya.
Keterlibatan dalam Operasi Narkoba
El Pelón diduga terlibat dalam perdagangan narkoba sejak tahun 2007. Pada tahun 2020, Departemen Penangkapan Narkoba Amerika Serikat (DEA) mengungkapkan tanggung jawabnya dalam produksi dan distribusi narkotika dalam jumlah besar. Pada Juli 2020, video muncul yang menunjukkan sayap bersenjata CJNG, dengan Menteri Pertahanan Meksiko saat itu mengidentifikasi El Pelón dalam rekaman tersebut.
Surat dakwaan federal yang diajukan pada 8 Oktober 2020 di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia menuduh Valencia Gonzalez berkonspirasi dan mendistribusikan zat terlarang untuk tujuan impor ilegal ke Amerika Serikat. Ia juga dituduh menggunakan senjata api selama transaksi narkotika.
Departemen Luar Negeri AS menawarkan hadiah hingga 5 juta USD untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dan hukuman terhadap Juan Carlos Valencia González, alias “El Pelon.”
Persiapan dan Tanggung Jawab Pemerintah
Setelah tewasnya El Mencho, situasi di Meksiko semakin memburuk. Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh meminta pemerintah memastikan keamanan dan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di Meksiko. Hal ini disampaikan dalam merespons kerusuhan akibat tewasnya gembong narkoba El Mencho dalam baku tembak di negara bagian Jalisco.
Berdasarkan data, terdapat 45 WNI yang berada di negara bagian Jalisco, tempat tewasnya gembong narkoba El Mencho. Oleh Soleh meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Mexico City terus melakukan komunikasi intensif dengan seluruh WNI yang berada di sana.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah memastikan WNI yang ada di Jalisco, Meksiko dalam kondisi aman saat ini. KBRI Mexico City dan Konsul Kehormatan RI di Guadalajara, Jalisco memantau secara saksama perkembangan situasi keamanan di Meksiko pasca serangan dari anggota CJNG.
Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat, Heni mengimbau mereka menunda perjalanan hingga situasi keamanan dinyatakan kondusif. Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline KBRI Mexico City melalui nomor telepon +52 1 556 2985 506 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI melalui nomor telepon +62 812-9007-0027.















Leave a Reply