Jayapura – Kasus korupsi yang menimpa Gubernur Papua Lukas Enembe kembali memicu perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa pramugari dari maskapai RDG Airlines, Selvi Purnama Sari, telah diperiksa sebagai saksi terkait aliran dana jet pribadi. Penyidik KPK menjalani proses pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk memperkuat bukti-bukti dalam kasus ini.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan pada 16 Oktober 2025, penyidik KPK memanggil Selvi Purnama Sari dan Marwan Suminta, penjaga kos Wisma Feris Bogor. Keduanya dimintai keterangan mengenai penggunaan uang yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi. “Penyidik mendalami penggunaan uang tersebut untuk pembelian aset di sejumlah tempat,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
Selain Selvi dan Marwan, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan Tamara Anggraeni, cabin manager RDG Airlines. Namun, Tamara tidak hadir dalam pemanggilan tersebut. “Nanti kami akan cek apakah ada surat permohonan penjadwalan ulangnya atau tidak. Tentu nanti jika masih dibutuhkan keterangannya, maka penyidik akan melakukan pemanggilan ulang,” tambah Budi.
Adapun, KPK telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini, yaitu Dius Enumbi (DE), Bendahara Pengeluaran Pembantu Kepala Daerah Provinsi Papua, dan mendiang Lukas Enembe. Penyidik juga sedang memeriksa Willie Taruna, penyedia jasa money changer di Jakarta, serta Gibrael Isaak, Presiden Direktur PT RDG Airlines, yang diduga terlibat dalam pembelian private jet menggunakan uang hasil korupsi.
Kasus ini berawal dari dugaan penyalahgunaan dana operasional dan program peningkatan pelayanan kedinasan kepala daerah Provinsi Papua tahun 2020-2022. Dugaan korupsi ini menyebabkan kerugian negara hingga Rp 1,2 triliun. KPK menduga sebagian dari dana tersebut digunakan untuk membeli pesawat jet pribadi. “Penyidik menduga aliran dana dari hasil tindak pidana korupsi tersebut salah satunya digunakan untuk pembelian Private Jet yang saat ini keberadaannya di luar negeri,” ujar Budi Prasetyo.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan, KPK tengah melacak keberadaan jet pribadi tersebut. “Yang pertama kami membutuhkan juga informasi dari masyarakat barang itu ada di mana, pesawat itu ada di mana, karena ini kami sedang juga melacak lah posisinya itu,” ujarnya. Meski belum mengungkap detail kode pesawat, Setyo menyatakan bahwa penyidik sudah mendapatkan informasi awal mengenai lokasi pesawat tersebut.
KPK juga berencana melakukan perampasan aset dari Lukas Enembe, meskipun ia telah meninggal dunia. “Nilai kerugian negara ini dalam kasus ini sangat besar, terlebih apabila kita konversi nilai tersebut untuk pembangunan fasilitas pendidikan-sekolah-sekolah atau kesehatan-puskesmas maupun rumah sakit di Papua. Tentu akan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sana,” ucap Budi.
[IMAGE: Korupsi Gubernur Papua KPK Periksa Pramugari Terkait Aliran Dana Jet Pribadi]
Tokoh Pemuda Papua Martinus Kasuay menyambut baik upaya KPK dalam menuntaskan kasus korupsi ini. “Sudah sewajarnya siapapun yang bersalah harus diberikan sanksi hukuman pidana sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” ujarnya. Menurut Martinus, kasus ini adalah murni kaitannya dengan hukum, bukan politisasi ataupun kriminalisasi. Ia mengimbau masyarakat untuk memahami bahwa semua proses hukum harus dihormati.
[IMAGE: Korupsi Gubernur Papua KPK Periksa Pramugari Terkait Aliran Dana Jet Pribadi]
Kasus korupsi ini menjadi perhatian utama masyarakat, terutama di Papua, yang merasa kecewa atas dugaan penyalahgunaan dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan. KPK berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan profesional, serta mengembalikan kerugian negara yang sangat besar. Proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi terus berlangsung, termasuk pemeriksaan terhadap para pelaku yang diduga terlibat dalam pembelian jet pribadi. Masyarakat menantikan langkah-langkah lebih lanjut dari KPK dalam menegakkan keadilan dan menjaga integritas institusi pemerintahan.











Leave a Reply