Sanksi Baru yang Diterima PSSI dari AFC
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menerima sanksi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Federasi sepak bola terbesar di Indonesia ini dihukum karena kesalahan dalam mempersiapkan uji coba internasional antara Timnas Indonesia U-22 melawan Mali U-22 pada November 2025 lalu. Keputusan hukuman ini tercantum dalam rilis hasil rapat Komite Disiplin dan Etik AFC, yang dirilis pada Rabu (25/2).
Dalam laporan resmi yang dikeluarkan oleh AFC, disebutkan bahwa PSSI melanggar Pasal 11 yang mengatur prosedur regulasi pertandingan internasional. Pelanggaran yang dilakukan berkaitan dengan prosedur uji coba lintas konfederasi level dua. Menurut AFC, PSSI terlambat melaporkan pemberitahuan pertandingan uji coba lintas konfederasi antara Asia (AFC) dan Afrika (CAF).
Laga yang terlambat diajukan adalah duel antara Timnas Indonesia U-22 melawan Mali U-22. Dalam pernyataannya, AFC menyatakan bahwa PSSI mengajukan permohonan otorisasi melewati batas waktu yang ditentukan.
“Tergugat mengajukan permohonan otorisasi melewati batas waktu yang ditentukan,” bunyi pernyataan AFC dengan nomor putusan VVC 20260225DC09, seperti dikutip pada Kamis (26/2).
Akibat dari keteledoran tersebut, PSSI dihukum oleh AFC berupa denda sebesar USD 1.500 atau setara Rp 25 juta. Denda tersebut harus dibayar lunas oleh federasi paling lambat 30 hari setelah putusan diterbitkan. Dalam putusannya, AFC tidak menyebutkan ketentuan bahwa denda tersebut bisa dibanding oleh PSSI. Sehingga kemungkinan besar federasi tak bisa melakukan itu mengingat nominal dendanya tidak begitu besar.
“Asosiasi Sepak Bola Indonesia diperintahkan untuk membayar denda sebesar USD 1.500 atas pelanggaran Pasal 11.15 Regulasi AFC yang Mengatur Pertandingan Internasional,” demikian bunyi pernyataan AFC.
“Denda tersebut harus dilunasi dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini disampaikan sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etik AFC,” tambah laporan Konfederasi Sepak Bola Asia tersebut.
Bagi PSSI, ini bukanlah hukuman baru yang diterima dari AFC. Melainkan menjadi kali ketujuh federasi ini mendapatkan sanksi dari induk sepak bola di Benua Kuning. Sebelumnya, PSSI juga pernah mendapat sanksi karena berbagai pelanggaran administratif dan teknis.
Perjalanan Laga Uji Coba Timnas Indonesia U-22 vs Mali U-22
Pertandingan antara Timnas Indonesia U-22 melawan Mali U-22 digelar di Stadion Pakansari sebanyak dua laga, yaitu pada 15 dan 18 November 2025. Uji coba tersebut digelar sebagai persiapan menuju SEA Games 2025.
Pada laga pertama, skuad Garuda Muda yang dibesut Indra Sjafri menelan kekalahan telak dengan skor 0-3. Sementara pada laga kedua, Timnas Indonesia U-22 bermain sama kuat alias imbang Mali dengan skor 2-2.
Meskipun hasilnya tidak maksimal, uji coba ini tetap memiliki nilai penting bagi para pemain muda dalam menghadapi kompetisi internasional. Namun, kegagalan dalam mematuhi aturan yang berlaku membuat PSSI harus menerima sanksi dari AFC.
Tantangan yang Dihadapi PSSI
Sanksi ini menjadi pengingat bagi PSSI bahwa kepatuhan terhadap aturan internasional sangat penting. Dengan adanya hukuman ini, PSSI diharapkan lebih waspada dalam mengelola segala jenis pertandingan internasional, baik itu uji coba maupun kompetisi resmi.
Selain itu, sanksi ini juga menjadi momentum bagi PSSI untuk meningkatkan sistem administrasi dan koordinasi dengan lembaga sepak bola internasional. Hal ini diperlukan agar tidak terulangnya kesalahan serupa di masa depan.
Dengan sanksi yang diberikan, AFC berharap PSSI dapat belajar dari kesalahan yang telah terjadi dan menjadikannya sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan sepak bola di Tanah Air.











Leave a Reply