Jakarta.newsz.id

Berita Terkini Jakarta Dan Sekitarnya

Advertisement

Kronologi Bocah Lumajang aniaya Kucing Hingga Mati, Keluarga Janjikan Ini ke Pemilik Usai Cekcok

Kronologi Bocah di Lumajang Menganiaya Kucing Hingga Mati

Kasus bocah di Kabupaten Lumajang yang menganiaya kucing hingga mati menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan kejadian tersebut viral di media sosial. Kejadian ini menimbulkan reaksi dari masyarakat dan juga pihak keluarga pemilik kucing, yang berjanji untuk mencari solusi terkait masalah tersebut.

Video yang berdurasi 3 menit 7 detik ini pertama kali diunggah oleh akun Facebook Bram Mulyana pada 15 Februari 2026. Setelah itu, video tersebut diketahui diunggah ulang di platform Instagram dan mulai menyebar secara luas. Dalam rekaman tersebut, terlihat CCTV yang merekam bagaimana bocah tersebut tindakan tidak manusiawi terhadap kucing milik Bram.

Tempat Kejadian dan Tindakan Bocah

Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Awalnya, bocah laki-laki yang menggunakan baju biru mendekati rumah Bram. Ia kemudian menuju ke kandang kucing yang diduga diletakkan dekat teras atau garasi oleh sang pemilik. Tanpa izin, bocah tersebut membuka kandang dan melakukan tindakan yang sangat menyedihkan.

Dalam video tersebut, terlihat jelas bahwa bocah tersebut menganiaya kucing hingga meninggal dunia. Hal ini membuat Bram merasa prihatin dan kecewa. Ia mengungkapkan kekecewaannya melalui unggahan di akun Facebook-nya, dengan menulis pesan yang menyentuh.

Komentar dan Reaksi Pemilik Kucing

Bram menulis, “Tolong ya buat orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya. Anak seusia gini membunuh anak kucing dengan cara yang keji, baru pertama kali lihat anak dibiarkan kayak gini.” Ia juga menyatakan rasa mirisnya karena tidak menyangka kucing miliknya akan meninggal secara tidak wajar.

“Mirip, dari kami sih ikhlas kalau kucing kami meninggal dengan wajar, tapi kalau dibunuh kayak gini siapa pun jamin gak bakal tega,” tambah Bram. Ia mengungkapkan bahwa ia merasa kehilangan dan tidak bisa menerima cara kucingnya dibunuh.

Proses Mediasi dan Permintaan Maaf

Setelah kejadian tersebut, pihak keluarga bocah sempat melakukan proses mediasi bersama RT/RW. Meskipun awalnya terjadi cekcok, akhirnya keluarga bocah mengakui kesalahan anaknya setelah melihat rekaman CCTV dan meminta maaf kepada Bram.

“Banyaknya komunikasi yang dilakukan, walau sempat cekcok dari keluarga anak tersebut, akhirnya meminta maaf dan mengakui setelah melihat video CCTV dan akan beritikad baik,” ujar Bram. Ia menyatakan bahwa proses mediasi dilakukan dengan baik dan transparan.

Janji Ganti Rugi dan Perasaan Bram

Selain permintaan maaf, pihak keluarga bocah juga berjanji untuk memberikan kompensasi dalam bentuk uang tunai. Namun, Bram mengaku bahwa jumlah uang tersebut tidak sebanding dengan nyawa kucing yang telah hilang.

“(Keluarga bocah) berjanji mengganti sejumlah uang yang sangat tidak setimpal dengan nyawa kucing yang dibunuh dan bulu kucing Munchkin saya yang dicabutin di mana uang tersebut masih dijanjikan bulan depan dan itu pun tidak pasti tanggal berapa,” kata Bram. Ia menyatakan bahwa meski uang tersebut tidak cukup, ia tetap berharap hal tersebut dapat menjadi pelajaran bagi keluarga bocah.

Penutup dan Harapan

Akhirnya, Bram mempercayakan seluruh permasalahan ini kepada RT setempat. Ia juga mengungkapkan alasan mengapa ia mengunggah video tersebut hingga viral. Tujuan utamanya adalah untuk memberi pembelajaran kepada semua pihak agar tidak terjadi lagi hal serupa.

“Ditepati atau tidaknya kami pasrahkan ke RT setempat selaku yang memediasi, kami cuman memikirkan bahwa mereka masih tetangga satu perumahan,” tutup Bram. Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kehidupan hewan dan tanggung jawab sebagai orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *