Jakarta.newsz.id

Berita Terkini Jakarta Dan Sekitarnya

Advertisement

Guru Honorer Bebas, Guru SMA Jual Pastel Untuk Rp200

Berita Terpopuler di Tribun Jatim, Kamis (26/2/2026)

Berikut berita terpopuler di Tribun Jatim pada hari ini yang terangkum dalam viral terpopuler. Berita pertama mengenai guru honorer yang dipenjara karena rangkap jabatan kini bebas. Selanjutnya, ada cerita tentang seorang guru SMA yang menjual pastel di sekolah demi membiayai kehidupan 4 anaknya. Terakhir, pengamat menjelaskan dampak dari narasi orang kaya yang mengaku pernah hidup miskin.

Guru Honorer Dipenjara Imbas Rangkap Jabatan Kini Bebas

Pendamping Lokal Desa (PLD) yang merangkap jabatan sebagai Guru Tidak Tetap (GTT), Muhammad Misbahul Huda, kini telah bebas. Meski begitu, pria asal Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, tersebut masih belum siap untuk bertemu atau menerima tamu kecuali orang terdekat.

Hal itu dikarenakan Muhammad Misbahul Huda masih merasa syok dan trauma setelah ditetapkan jadi tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Probolinggo atas kasus korupsi double jabatan.

Menurut kerabat korban, Badrul Kamal, saat ini yang bersangkutan bersama keluarganya masih belum berkenan menerima tamu karena masih ingin menenangkan diri dulu.

“Tadi sudah saya hubungi pihak keluarganya dan jawabannya masih belum ingin bertemu orang luar,” kata Kamal, Rabu (25/2/2026).

“Karena masih trauma dan ingin menenangkan diri dulu,” imbuhnya.

“Mohon maklum, karena yang bersangkutan masih baru hari Jumat kemarin dibebaskan,” lanjutnya.

“Mungkin psikisnya sudah kena, jadi mohon waktu dulu,” kata Kamal.

Namun, lanjut Kamal, pihak keluarga memastikan akan menerima tamu dari luar jika waktunya sudah tepat dan keadaan kembali membaik.

“Sudah menyampaikan juga kepada saya, kalau sudah semuanya membaik, yang bersangkutan pasti akan mau bertemu atau menerima tamu,” ungkap Kamal.

“Termasuk juga dari rekan-rekan wartawan,” tuturnya.

Kronologi Kasus

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo menetapkan seorang Pendamping Lokal Desa (PLD) sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi terkait gaji honor ganda.

Korupsi tersebut dilakukan Muhammad Misbahul Huda, lantaran menerima gaji atau honor ganda rangkap jabatan.

Tepatnya setelah yang bersangkutan juga menjadi guru tidak tetap pada Sekolah Dasar Negeri (SDN) Brabe 1, Kecamatan Maron.

Guru SMA Jualan Pastel di Sekolah Demi Untung Rp 200

Inilah sosok Nini Kurmala R, guru SMA yang tiap hari nyambi jualan pastel goreng di sekolah. Nini merupakan guru di SMA Negeri 5 Bukittinggi, Sumatera Barat.

Saat ditemui, Nini Kurmala R berdiri di depan papan tulis, menata kalimat demi kalimat tentang struktur teks argumentasi.

Suaranya tegas, sesekali meninggi ketika murid-murid mulai gaduh. Namun, di balik ketegasan itu, hidup Nini sedang gamang.

Statusnya sebagai guru honorer tak kunjung jelas, gajinya kerap terlambat, dan dua hari menjelang ulang tahun suaminya, ia harus menerima kabar duka yang mengubah arah hidupnya.

Di sekolah, ia dipanggil “Bu Nini”, guru Bahasa Indonesia yang dikenal galak, tetapi peduli. Di luar gerbang sekolah, ia adalah ibu dari empat anak yang kini menanggung hidup sendirian.

Setiap pagi, Nini Kurmala R melangkah masuk gerbang SMA Negeri 5 Bukittinggi dengan dua beban di tangan. Di tangan kanan, map berisi RPP dan buku catatan pelajaran. Di tangan kiri, sebuah keresek hitam yang tampak biasa saja.

Jualan Pastel Goreng dengan Untung Rp 200

Tak ada yang istimewa dari plastik tipis itu—kecuali isinya: pastel goreng, dua ratus buah, yang menjadi sandaran kecil untuk menyambung hidup. Keresek itu sering ia sembunyikan di balik meja guru sebelum bel masuk berbunyi.

Saat jam istirahat, barulah ia keluarkan, menawarkan satu per satu kepada rekan guru, pegawai sekolah, atau murid yang mampir.

Dampak Narasi Orang Kaya Ngaku Pernah Hidup Miskin

Belakangan ini tengah viral berbagai sorotan terhadap seorang konten kreator yang menarasikan kondisi keluarganya pernah hidup susah sebelum bisa sukses.

Konten Kreator yang merupakan Awardee LPDP tersebut menyebarkan narasi soal kondisi kehidupan keluarganya. Setelah ditelusuri lebih jauh oleh netizen, banyak masyarakat yang akhirnya menemukan kondisi keluarga sebenarnya yang ternyata sangat berkecukupan.

Konten kreator tersebut akhirnya menuai hujatan karena menarasikan kehidupan seolah pernah hidup susah meskipun memiliki keluarga yang ada di level menengah ke atas.

Klaim orang-orang kaya yang mengaku bahwa pernah hidup miskin itupun kini sedang ramai diperbincangkan.

Ketika klaim tersebut tidak sesuai realitas, muncul pertanyaan lebih lanjut: apakah praktik ini berdampak pada cara masyarakat memandang kemiskinan yang sesungguhnya?

“Jika narasi kemiskinan dipalsukan secara massal, maka kemiskinan riil bisa tereduksi menjadi sekadar simbol retoris,” ungkap Sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Syaifudin, M.Kesos, saat diwawancarai pada Senin (23/2/2026), seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (24/2/2026). Menurut Syaifudin, kemiskinan bukan sekadar cerita tentang kesulitan pribadi, melainkan pengalaman struktural yang mencakup keterbatasan akses, kerentanan sosial, dan eksklusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *