Jakarta.newsz.id

Berita Terkini Jakarta Dan Sekitarnya

Advertisement

Viral Uang Mutilasi, BI Tegal Himbau Warga Gunakan 5J

Penyebaran Uang Mutilasi yang Menggabungkan Uang Asli dan Palsu

Beberapa waktu terakhir, video tentang peredaran uang mutilasi yang menggabungkan uang asli dan palsu viral di media sosial. Video berdurasi 53 detik tersebut menunjukkan empat lembar uang dengan nominal Rp100.000 yang tampak rusak. Dalam penjelasannya, video ini menjelaskan bahwa uang mutilasi merupakan gabungan dari pecahan uang yang robek, baik yang asli maupun palsu.

Dari keterangan video yang dibagikan oleh akun @jakartainsidecom dari video @cevyofstory, masyarakat diingatkan untuk memeriksa nomor seri uang agar dapat memastikan keaslian uang. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dalam transaksi menggunakan uang tunai.

Langkah yang Diambil oleh Bank Indonesia Tegal

Terkait isu uang mutilasi, Kepala Bank Indonesia (BI) Tegal, Bimala, menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan layanan untuk menukarkan uang rusak. Namun, sebelum ditukar, uang tersebut akan dicek terlebih dahulu. Sesuai ketentuan, uang yang rusak dan ingin ditukar harus memiliki kondisi di mana lebih dari 2/3 bagian fisiknya masih bisa teridentifikasi.

Dengan kata lain, uang tersebut harus memiliki ukuran lebih dari 66,67 persen dari ukuran aslinya. Selain itu, uang tersebut juga akan diperiksa apakah benar-benar uang asli atau palsu.

“Sebenarnya, istilah ‘uang mutilasi’ tidak ada di Bank Indonesia. Mungkin yang dimaksud adalah uang yang disambung,” jelas Bimala pada Rabu (25/2/2026).

Pentingnya Memperlakukan Uang Secara Baik

Bimala juga mengingatkan masyarakat untuk memperlakukan uang rupiah secara baik dengan menerapkan lima prinsip yang disebut 5J. Lima prinsip tersebut meliputi:

  • Jangan Dilipat
  • Jangan Dicoret
  • Jangan Diremas
  • Jangan Distapler
  • Jangan Dibasahi

“Banyak orang sering menemukan uang yang distapler. Ada juga uang yang bolong kemudian diselotip sehingga terlihat biasa. Padahal, hal ini berisiko seperti uang mutilasi atau yang disambung tadi,” tambah Bimala.

Keamanan Bertransaksi dengan Uang Tunai

Bimala berharap masyarakat bisa bersama-sama menjaga keamanan dalam bertransaksi menggunakan uang tunai. Ia juga mengingatkan kembali tentang pentingnya 5J dalam kehidupan sehari-hari.

“Uang yang diterima atau bisa ditukarkan di Bank Indonesia harus teridentifikasi lebih dari 2/3 ukuran aslinya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Bank Indonesia memiliki alat khusus untuk memeriksa apakah uang tersebut benar-benar asli dan memenuhi syarat penggantian.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *