Jakarta.newsz.id

Berita Terkini Jakarta Dan Sekitarnya

Advertisement

Dampak Mengerikan Penggunaan Zat Etomidate: Apa yang Perlu Diketahui?

Etomidate, yang sejatinya adalah obat anestesi intravena yang digunakan dalam dunia medis, kini menjadi sorotan setelah disalahgunakan sebagai bahan narkoba cair dalam bentuk liquid vape. Penyalahgunaan ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap kesehatan masyarakat, terutama karena efeknya yang sangat cepat dan berbahaya.

Berdasarkan laporan dari Badan Narkoba Nasional (BNN), etomidate diketahui disusupkan ke dalam liquid vape dengan modus penjualan rokok elektrik. Zat ini biasanya hanya digunakan dalam prosedur medis resmi oleh tenaga profesional. Namun kini, penggunaannya tanpa pengawasan medis menyebabkan risiko serius bagi kesehatan fisik dan mental penggunanya.

Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol Budi Sadikin, mengungkap bahwa cairan etomidate diduga berasal dari luar negeri dan sedang diselidiki secara intensif. “Penjualan vape, tapi cairannya itu ada narkobanya. Kita lagi selidiki dan kita dalami,” ujarnya saat ditemui usai Rapat Koordinasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Wilayah Provinsi Bali Tahun 2026.

Modus penyalahgunaan etomidate melalui vape membuat zat ini sulit terdeteksi. Cairan tersebut dimasukkan ke dalam kartrid, kemudian dihisap menggunakan alat vape. Hal ini membuat pengguna merasa aman karena tidak terlihat seperti narkoba biasa. Namun, efek etomidate bisa muncul dalam waktu sangat singkat, biasanya kurang dari satu menit setelah disuntikkan ke pembuluh darah.

Ajun Komisaris Michael Tandayu, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta, telah menegaskan bahaya penyalahgunaan etomidate. Meskipun bukan termasuk narkotika, penggunaannya harus dengan resep dokter dan dalam konteks medis yang tepat. Penyalahgunaan etomidate dapat menyebabkan gangguan kesadaran hingga kerusakan sistem saraf permanen jika digunakan secara tidak tepat.

Etomidate liquid vape distribution in Indonesia

Polda Banten juga mengungkap peredaran narkotika jenis baru berbentuk cair yang dikemas dalam kartrid rokok elektrik atau liquid vape. Cairan tersebut mengandung etomidate dan dijual dengan harga sekitar Rp 4 juta per kartrid. Di tempat hiburan malam, harganya bisa melonjak hingga Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per kartrid.

Direktur Reserse Narkoba Polda Banten, Kombes Pol Wiwin Setyawan, menjelaskan bahwa petugas menyita 30 kartrid dengan berat bersih 39,2 gram. Nilai barang bukti tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 60 juta. Pengungkapan ini dilakukan di wilayah Tangerang Raya, sementara di wilayah lain di Provinsi Banten, kasus serupa relatif jarang ditemukan.

Selain etomidate, polisi juga menyita 4,7 kilogram sabu dan 7,5 kilogram ganja dalam periode Januari hingga Februari 2026. Klaim dari kepolisian menyebutkan bahwa jumlah barang bukti yang diamankan telah menyelamatkan sekitar 46.501 jiwa. Perhitungan tersebut berdasarkan konversi bahwa 1 gram sabu dapat digunakan oleh 4 orang, 1 gram ganja oleh 3 orang, dan 1 gram etomidate oleh 4 orang pengguna.

Etomidate drug use impact on health

Dampak mengerikan penggunaan etomidate memperkuat kekhawatiran akan maraknya peredaran narkoba cair dalam bentuk liquid vape. Masyarakat perlu lebih waspada dan sadar akan bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan zat ini. Edukasi dan pencegahan serta pengawasan ketat dari aparat penegak hukum sangat penting untuk menghentikan penyebaran etomidate yang semakin mengancam kesehatan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *