Jakarta.Newsz.id

Berita Terkini Jakarta Dan Sekitarnya

Advertisement

Aksi penagihan unit oleh sejumlah oknum debt collector di wilayah Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, berujung kekerasan.

Jakarta.Newsz.id, Seorang warga menjadi korban pemukulan setelah terjadi cekcok dengan sejumlah oknum debt collector yang datang ke rumahnya untuk menanyakan seseorang yang disebut menunggak pembayaran.

Kasi Humas Polsek Bekasi Selatan, Aiptu Parlin Doloksaribu memastikan, oknum debt collector yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut telah ditahan.

“Sudah dilakukan penahanan atas perbuatan yang telah dilakukannya,” . Ucap kasi polres bekasi kota.MELENYAPKAN HASRAT KORUPSI DENGAN KEKUATAN SPIRITUAL :

Jakarta, – MIRIIIISSSS ⁉️ Betapa tidak.

Baru saja Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan dua pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak sebagai Tersangka Usai Terseret Dugaan Korupsi Ini, Bikin Negara Rugi Rp2 Triliun. Nampaknya memberantas korupsi di Indonesia bukan pekerjaan mudah dan perlu kerja berkelanjutan yang melibatkan semua pihak.

 

Sehubungan dengan hal itulah Majelis Dakwah Al-Hikmah Mengembangkan Workshop Anti Korupsi. Sebagai upaya Melenyapkan Hasrat Korupsi dengan Kekuatan Spiritual.

 

Workshop Anti Korupsi: Mencegah Korupsi Berbasis Spiritualitas merupakan program edukasi moral yang dirancang untuk membangun benteng integritas individu melalui penguatan nilai-nilai keagamaan dan kesadaran spiritual. Pendekatan yang dikembangkan oleh Majelis Dakwah Al-Hikmah ini melengkapi penegakan hukum dengan menyasar akar masalah korupsi, yaitu krisis spiritual dan hilangnya rasa takut kepada Tuhan. Melalui pendekatan personal ini, seseorang didorong untuk menolak gratifikasi dan suap bukan hanya karena takut sanksi pidana, melainkan karena kesadaran moral tertinggi.

 

MENGAPA PENDEKATAN SPIRITUALITAS PENTING?

 

Pemberantasan korupsi tidak cukup jika hanya mengandalkan perbaikan sistem atau ancaman regulasi. Landasan spiritualitas memberikan dampak yang lebih mendalam:

 

1. Membangun Akuntabilitas Ilahiyah : Menanamkan kesadaran bahwa setiap tindakan, sekecil apa pun, selalu diawasi oleh Tuhan.

 

2. Menghilangkan Hasrat Korupsi: Mengikis ketamakan materi melalui penguatan rasa syukur dan kecukupan hati (qana’ah).

 

3. Membentuk Self-Control: Menjadi sistem kendali internal yang otomatis menolak praktik menyimpang seperti suap walau tanpa pengawasan fisik.

 

4. Menjaga Integritas Hakiki: Memastikan nilai kejujuran tetap utuh dalam situasi kerja paling menantang sekalipun.

 

MATERI POKOK DALAM WORKSHOP

 

Guna mencapai hasil yang berdampak jangka panjang, program ini umumnya membedah materi-materi berikut:

 

1. Krisis Spiritual sebagai Akar Korupsi: Memahami bagaimana pudarnya nilai moral memicu keserakahan individu.

 

2. Korupsi dalam Perspektif Lintas Agama: Mengkaji pandangan kitab suci dan hukum agama mengenai keharaman suap, gratifikasi, dan kecurangan.

 

3. 9 Pilar Nilai Anti-Korupsi: Mengintegrasikan nilai kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, dan keadilan ke dalam perilaku sehari-hari.

 

4. Transformasi Menjadi Teladan: Menyusun rencana aksi nyata untuk menerapkan budaya bersih di lingkungan keluarga dan unit kerja.

 

METODE PELAKSANAAN INTERAKTIF

 

Workshop ini dirancang secara aplikatif agar nilai-nilai spiritualitas tidak sekadar menjadi teori abstrak:

 

A. Studi Kasus Dilema Moral: Menghadapi simulasi dunia nyata terkait tawaran hadiah dan benturan kepentingan.

 

B. Sesi Kontemplasi Diri: Ruang refleksi personal untuk menilai kembali motivasi hidup dan integritas diri.

 

C. Diskusi Kelompok: Membedah strategi mitigasi risiko korupsi di instansi masing-masing.

Jadi, pencegahan korupsi berbasis spiritualitas dilakukan dengan mentransformasikan nilai Islam menjadi kesalehan sosial dan kontrol diri yang konkret. Sehingga munculnya Kesadaran Teologis (Omnipresensi); Merasa selalu diawasi oleh Allah (konsep Ihsan dalam Islam atau Mawas Diri) sehingga tidak berani curang meski tanpa pengawasan manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *