Car Free Day (CFD) di Jakarta, yang menjadi ajang kegiatan masyarakat untuk berolahraga, bersantai, atau sekadar menikmati suasana kota, sering kali menjadi target empuk bagi para pencopet. Aksi pencopetan massal di kawasan CFD telah menjadi isu serius yang mengancam rasa aman pengunjung. Dalam beberapa bulan terakhir, polisi telah melakukan penangkapan terhadap sejumlah pelaku yang beraksi di acara tersebut, namun ancaman ini tetap terus muncul.
Kecurigaan Aksi Pencopetan di CFD
Menurut laporan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, kejahatan pencopetan di kawasan CFD tidak hanya terjadi secara sporadis, melainkan dalam bentuk sindikat yang terorganisir. Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng menjelaskan bahwa sindikat ini biasanya terdiri dari empat orang dengan peran masing-masing. Salah satu anggota akan mengalihkan perhatian korban sementara yang lain melakukan aksi pencopetan. Modus operandi mereka adalah dengan “senggol, pepet, dan ambil”, terutama mengincar ponsel dan dompet korban.
Dalam beberapa kasus, aksi pencopetan ini bahkan terekam oleh CCTV dan viral di media sosial. Misalnya, pada tahun 2019, dua tersangka berinisial DJ dan Pian ditangkap setelah dugaan pencopetan di acara musik yang digelar di kawasan MH. Thamrin. Mereka berhasil mencuri empat ponsel yang kemudian disita sebagai barang bukti. Para pelaku ini dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
Penyebab Maraknya Pencopetan di CFD

Salah satu alasan utama maraknya aksi pencopetan di CFD adalah kerumunan pengunjung. Saat acara ini berlangsung, banyak warga datang membawa barang bawaan seperti dompet, ponsel, dan tas. Kondisi ini memberi kesempatan bagi para pelaku untuk beraksi tanpa terdeteksi. Selain itu, keamanan di area CFD sering kali dinilai kurang optimal, terutama di titik-titik yang tidak terlalu ramai diperiksa oleh petugas.
Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya (Ditpamobvit PMJ), Kombes Pol Joko Sulistio, menegaskan bahwa aparat telah meningkatkan pengawasan di kawasan CFD. Namun, karena jumlah pengunjung yang sangat besar, sulit untuk memastikan semua area terpantau secara menyeluruh.
Cara Menghindari Pencopetan
Untuk menghindari risiko kehilangan barang berharga, pengunjung CFD diminta untuk lebih waspada. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Hindari membawa barang berharga secara langsung: Gunakan tas yang bisa dipasang di punggung atau belakang tubuh agar lebih aman.
- Jangan meletakkan ponsel atau dompet di saku celana: Letakkan barang berharga di tempat yang lebih aman, seperti tas atau kantong depan.
- Waspadai lingkungan sekitar: Jika merasa ada yang mengintip atau menyenggol, segera perhatikan posisi barang bawaan.
- Laporkan ke polisi jika melihat kecurigaan: Warga dapat menghubungi Call Center Polisi 110 yang buka 24 jam untuk melaporkan kejadian atau situasi darurat.
Kesimpulan
Aksi pencopetan massal di Car Free Day tidak hanya mengganggu kenyamanan pengunjung, tetapi juga mencoreng citra acara publik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Meskipun polisi telah melakukan penangkapan dan peningkatan pengawasan, masyarakat tetap harus waspada. Dengan kesadaran diri dan tindakan preventif, risiko pencopetan dapat diminimalkan, sehingga CFD tetap menjadi ruang publik yang aman dan nyaman bagi semua kalangan.








Leave a Reply